Saturday, February 14, 2009

Kopi Dekafein Meningkatkan Resiko Serangan Jantung?

Kopi bebas kafein atau sering disebut dekafein diduga dapat menimbulkan efek berbahaya bagi jantung. Kopi jenis ini bisa meningkatkan kadar kolesterol tertentu dalam darah karena dibuat dari biji kopi yang mengandung lemak lebih tinggi.

Hal itu diketahui setelah Robert Superko, dari Pusat Pendidikan dan Kesehatan Piedmont-Mercer di Atlanta, Georgia, bersama teman-temannya meneliti efek kopi terhadap 187 sukarelawan.

Mereka dibagi dalam tiga kelompok untuk menjalani studi selama tiga bulan. Satu kelompok meminum tiga hingga enam cangkir kopi berkafein per hari, kelompok lain meminum tiga hingga enam kopi non-kafein, dan satu kelompok terakhir tidak minum kopi sama sekali. Perlu diketahui, para penduduk Amerika rata-rata minum kopi sebanyak 3,1 cangkir per hari.

Para peneliti menganalisa sampel darah dari semua kelompok sebelum dan setelah pengujian untuk mengetahui kadar kolesterol dan asam lemak yang tidak diesterkan (NEFA) dalam darah - indikator kunci munculnya resiko serangan jantung.

Yang mengejutkan, pada kelompok peminum kopi dekafein ditemukan peningkatan kadar NEFA dalam darah sebanyak 18 persen dan peningkatan kadar apolipoprotein B (protein yang terkait dengan kolesterol dan berhubungan dengan penyakit jantung) sebesar 8 persen. Kondisi ini tidak terlihat pada dua kelompok lainnya.

"Saya percaya bukan kopi berkafein, tapi kopi dekafein-lah yang bisa meningkatkan resiko serangan jantung," kata Superko. "Resiko ini memang tidak tinggi karena asam lemak dapat dengan mudah dihilangkan dengan berolahraga. Namun, seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi dan minum kopi tanpa kafein empat atau lima cangkir perhari, mungkin harus mengurangi kebiasaannya."

Pilihan yang Sehat?

Ketika para peneliti menganalisa kopi yang digunakan dalam studi ini, mereka menemukan bahwa kopi berkafein dan kopi dekafein dibuat dari biji kopi yang berbeda. Dalam pembuatannya kopi dekafein diekstrak dari senyawa-senyawa yang memberi rasa kopi, sehingga digunakan biji kopi beraroma tajam, yakni Robusta. Sedangkan kopi berkafein biasanya dibuat dari biji kopi Arabica.

"Komposisi kimiawi dari dua jenis biji kopi tersebut sangat berbeda.
Robusta mengandung lebih banyak lemak yang disebut diptenes, yang merangsang produksi asam lemak dalam tubuh," kata Superko.

"Saat ini semakin banyak perusahaan menjual kopi dekafein karena banyak orang mengira kopi jenis ini lebih menyehatkan. Padahal sebenarnya tidak, bila kadar kolesterol tinggi Anda tinggi."

Tidak Sederhana

Di sisi lain, tim juga menemukan perubahan jenis lain kolesterol, disebut dengan HDL2, yang berhubungan dengan penurunan resiko penyakit jantung. Walaupun kadar rata-rata HDL2 tidak jauh berbeda pada tiga kelompok yang diuji, namun diantara anggota kelompok peminum kopi dekafein, kadar ini berubah secara signifikan bergantung pada berat badan, seperti yang ditunjukkan pada indeks berat badan (BMI)

Orang dengan kelebihan berat badan, dengan BMI lebih dari 25, mengalami peningkatan HDL2 sekitar 50 persen, sedangkan yang memiliki BMI kurang dari 25 mengalami penurunan HDL2 sekitar 30 persen.

"Jadi tidak sesederhana itu untuk menyebutkan bahwa satu jenis kopi bagus dan yang lainnya buruk," kata Superko. "Mereka yang kelebihan berat badan tetapi kadar apolipoproteinnya B-nya normal mungkin lebih baik minum kopi dekafein daripada minum kopi berkafein."

Namun di sisi lain, juru bicara dari British Heart Foundation memperingatkan bahwa studi tersebut lingkupnya terlalu kecil dan singkat. "Terlalu cepat untuk menyimpulkan bahwa minum kopi tertentu dapat mengurangi atau menambah resiko terkena penyakit jantung," katanya. "Studi ini melihat efek dari minum kopi sebanyak tiga hingga enam cangkir perhari, tidak relevan dengan mereka yang minum kopi hanya satu dua gelas cangkir perhari." (k-1)

Sumber: NewScientist.com

4 comments:

  1. Kali kalau minumnya cuma sekali2 ya nggak papa ya? Pokoknya dalam semua hal jangan berlebihanlah, termasuk minum kopi.

    ReplyDelete
  2. eemmmm jadi takut nich minum kopi padahal q penggemar berat kopi lho... :) lam kenal

    ReplyDelete
  3. untung aku ga pengopi berat
    ngopi sekedar aja
    seminggu palingan sekali ma temen2
    itupun kalo ada yang ngajak ngupi

    ReplyDelete